Berdirinya Koperasi Kredit Boawae pada tanggal 01 April 1974 berawal dari diundangnya Bapak Andreas Seda Wea yang saat itu sebagai pimpinan SUT (Sekolah Usaha Tani) untuk menghadiri Lokakarya para Delsos se NTT bersama utusan LSM Mitra Kerja Gereja di Ledalero tahun 1973. Salah satu pokok permasalahan adalah bagaimana upaya PSE untuk menggerakkan Tabungan Bersama. Tindak lanjutnya adalah Pater Bernadus Back, SVD bersama Delsos mengundang Tim Pelatih dari Jakarta dan Semarang untuk melakukan pelatihan tentang CU (Credit Union) dari kursus dasar sampai dengan pembukuan dan pengawasan. Berbekal pengetahuan yang dimiliki dari pelatihan serta ditunjang dengan semangat untuk mengentaskan kemiskinan diri dan masyarakat, maka Bapak Andreas Seda Wea terus menerus memperkenalkan gerakan CU serta mendorong seluruh umat dan masyarakat untuk bersatu dalam wadah Credit Union. Tanggal 01 April 1974 Koperasi Kredit Boawae dibentuk dengan prakarsa Andreas antara lain: Seda Wea, Pater Clemens Cletus da Cunha, SVD, Aloysius Muga BA, dan Stefanus Dua. Anggota saat pembentukan berjumlah 63 orang. |
![]() |
![]() |
|
| Koperasi Kredit Boawae ini berada di wilayah pedesaan dan berhasil merangkul anggota masyarakat desa dengan sukses. Perkembangan keanggotaan mengalir bagaikan air yang terus tertarik dan masuk menjadi anggota koperasi kredit sehingga sampai dengan saat ini anggotanya telah berjumlah 2.854 orang. Dari jumlah anggota tersebut terdapat 80% adalah masyarakat desa yang sebagian besar mata pencahariannya adalah sebagai petani. Oleh karenanya kopdit Boawae ini dianggap berhasil meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat desa untuk mengakses pada lembaga keuangan yang senantiasa mengalami kesulitan selama ini. Kopdit Boawae mulai berkembang pesat sejak tahun 2000 setelah mengikuti Kopdit Model hasil kerja sama Puskopdit Bekatigade Ende–Ngada dan CCA Kanada. Kopdit yang mempunyai motto “Aku susah engkau bantu, engkau susah aku bantu” ini juga membuka berbagai produk simpanan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anggotanya berupa simpanan non saham seperti SIBUHAR (Simpanan Bunga Harian), SISUKA (Simpanan Sukarela Berjangka), SIDANDIK (Simpanan Dana Pendidikan), SIHARTA (Simpanan Hari Tua) dan SIMAPAN (Simpanan Investasi Masa Depan). Produk SIMAPAN baru dibuka pada tahun 2007, namun animo masyarakat begitu besar dan produk ini merupakan produk unggulan karena dengan SIMAPAN masyarakat petani pun bisa pensiun dari uang yang ditabung sendiri. |
Akhir – akhir ini Kopdit Boawae telah berkembang begitu pesat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya total asset kopdit menjadi Rp.12.822.372.000,- dan anggota berjumlah 2.730 orang. Kopdit Boawae mempunyai visi “Menjadi lembaga pelayanan keuangan yang handal berbasis anggota”. Untuk itu dalam pengelolaan keuangan Kopdit Boawae telah mengikuti standard Akuntansi Keuangan Koperasi Kredit dan menerapkan sistem komputerisasi.
|
| Penasihat (Advisor) | Ketua | Benediktus Toda, BA |
| Sekretaris | Stefanus Dawi, S. Sos | |
| Anggota | Andreas Seda Wea | |
| Pengurus (Official member) | ||
| Ketua (Chief) | Alfons Jemu | |
| Wakil Ketua (Deputy) | Gabriel Manek, SP | |
| Sekretaris | Hendrikus Ruma, Amd.Pd | |
| Bendahara I (Treasurer) | Marselinus They | |
| Anggota | Petrus Lengi, S.Pd | |
| Pengawas (Supervisor) | Ketua (Chief) | Bertholomeus Abe |
| Sekretaris | Inocentius Keo, S.Pd | |
| Anggota | Petrus Meo Dhua | |
| Manajemen | Manajer | Aloysius Egho Una |
| Akunting | Paskalis Saen Parera, Amd | |
| Kasir | Martha Bule Elu | |
| Teller I | Mary Yo Marici Angela Bupu Sada, SE | |
| Teller II | Hendrikus Soro | |
| Diklat | Servasius Dapa, BA | |
| Perkreditan (Credit control) | Markus Mite | |
| Administrasi | Ermilinda Kanisia Oy, S.Kom | |
| Pendamping Lapangan (Field) | ||
| Gaspar Nagi | ||
| Kanisius Bha Uda | ||
| Maria Ratna Menge | ||